
KAUR – BERITABENGKULU.ID- “Potensi yang Dimiliki Kabupaten Kaur adalah Indikator Capai Kemajuan Itu
BUMD Dipersiapkan Sebagai Instrumen Penggerak Usaha Daerah Untuk Meningkatkan PAD”
Buapti Kaur Gusril Pausi,S.Sos.M.AP sangat yakin beberapa tahun ke depan kabupaten ini akan mencapai kemajuan, melampaui daerah tingkat dua yang lain di provinsi Bengkulu. Indikator untuk mencapai itu sangat tidak meragukan karena ragam potensi yang dimiliki Kaur sangalah besar.
Untuk mencapai itu, hal pertama yang akan dilakukan Gusril Pausi adalah penataan pejabat birokrasi yang membantunya adalah orang-orang yang kompetensi dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman. Ini diungkapkan Asisten I, Dr. Nasrur Rahman, dari hasil diskusi mendalam dengan Bupati Kaur, Gusril Pausi terkait semua strategi jitu untuk membangun Kaur dalam lima tahun ke depan.
Gusril Pausi saat di wawancarai oleh Aktivis Bengkulu LEKAD S.AMRIN mengatakan, langkah pertama yang sudah dilakukannya telah menandatangani SK Tim Percepatan Pembangunan Kaur, dan dia segera menugaskan tim ini bekerja merumuskan dari semua strategi untuk melaksanakan visi misinya. “Saya mau para pejabat di Kaur ini tidak perlu banyak bicara teoritis, melainkan buatlah rumusan, tuangkan dalam rencana kerja, kita bahas bersama dan dilaksanakan,” kata Gusril Pausi.
Indikator yang dimiliki Kabupaten Kaur akan mampu lebih cepat mencapai kemajuan di bidang peningkatan ekonomi masyarakat dibanding daerah lain adalah; 1. Potensi sektor pertanian dan perkebunan, 2. Sektor Perikanan, 3. Pelabuhan Linau. Ketiga potensi ini akan digarap secara maksimal oleh Pemerintah Daerah Kaur dibawah kepemimpinan Gusril Pausi, dengan konsep sinkronitas program yang saling menunjang.
Pembangunan infrastruktur jalan sentra produksi dalam rangka menyiapkan lahan masyarakat yang akan dibantu sejuta bibit sawit, dan bibit pertanian lain seperti bibit palawija dan lain-lain. Di 15 Kecamatan potensi lahan tidur masih sangat luas, dan saat ini Dinas Pertanian dan Perkebunan telah diperintahkan untuk mendata lahan dan petani yang akan dibantu bibit sawit tersebut.
Dibidang perikanan, Gusril Pausi telah perintahkan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk segera melakukan pendataan Pelabuhan Ikan di sepanjang pantai di Kabupaten Kaur. Mulai dari Pantai Sulawangi sampai ke Pantai Nasal. Sepanjang pantai itu selama ini telah berdiri spot-spot Pelabuhan Ikan tradisional yang selama ini memproduksi ikan berkualitas sangat besar di Kabupaten Kaur.
Pelabuhan Linau adalah indikator penting lain yang dimiliki Kabupaten Kaur, juga sangat potensial dan berpeluang membuat Kabupaten Kaur maju pesat di masa depan. Memang Pelabuhan Linau statusnya saat ini hanya sebagai Pelabuhan Penyanggah di provinsi Bengkulu, tetapi ke depan pelabuhan ini dipersiapkan untuk memperkuat Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu. Bila ini berjalan, maka kemajuan ekonomi Kabupaten Kaur akan sangat pesat dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di provinsi Bengkulu.
Menyikapi potensi ini Gusril Pausi telah memerintahkan para pembantunya untuk menyiapkan konsep Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa mengantisipasi seluruh bidang usaha dari semua sektor untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Jadi semua itu terkonsep dengan benar sesuai aturan dan professional. Oleh karena itu saya berkesimpulan, Kaur akan mencapai kemajuan yang bisa melampau kabupaten-kabupaten lain di provinsi Bengkulu,” kata Gusril Pausi optimis.
Di bidang lain yaitu Bidang Pendidikan dan Kesehatan menurut Gusril, justru sudah sejak awal dia dilantik telah melaksanakan perhatiannya di bidang ini. Baru saja aksi nyata program pendidikan adalah melepas bis sekolah gratis untuk angkutan para siswa di Kabupaten Kaur. Ini akan bergulir dilakukan di semua jalur secara bertahap.
Bidang Kesehatan, Gusril Pausi menegaskan kepada aparat di bidang kesehatan, harus menjadikan bidang ini sebagai indikator kemajuan Kabupaten Kaur. Pelayanan Rumah Sakit Daerah Cahaya Batin dan sejumlah Puskesmas yang tersebar di kecamatan-kecamatan harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Terutama Rumah Sakit Cahaya Batin, saya tidak mau dengar ada pelayanan yang tidak profesional, karena anggaran untuk rumah sakit telah disiapkan, dan mendapatkan skala prioritas dalam program saya. Dimulai dari kebersihan, kamar mandi, WC, hingga pelayanan berobat harus dilaksanakan dengan cara terbaik,” kata Gusril Pausi.” kepada LEKAD S.Amrin.(ns)