
KAUR – BERITA BENGKULU.ID Desa Penantian Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur telah menggelar rembuk Stunting di kantor desa setempat pada hari Senin 20 Juli 2026.
Acara di hadiri oleh Kepala Desa Nini Lasuarni, Camat Kelam Tengah Arliun,S.Sos, Pendamping desa (PD), pendamping lokal desa (PLD), BPD, unsur perangkat desa, tokoh pemuda, tokoh agama dan undangan lainnya.

Kegiatan ini dimulai dengan :
- Pemaparan data sasaran dan layanan, permasalahan-permasalahan stunting dan analisis penyebabnya.
- Pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah.
- Pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kesepakatan hasil rembuk stunting di desa Penantian dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh peserta rapat dan pemerintah Desa.
- Pembahasan dan penyepakatan peserta rembuk stunting untuk menjadi perwakilan dalam musyawarah untuk perencanaan pembangunan tahun berikutnya
serta berbagai pihak yang selama ini berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, kepala desa Nini Lasuarni menegaskan bahwa pelaksanaan rembuk stunting merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan desa, melalui forum ini, unsur pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperoleh data dan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di desa kita.Kata Kades.

“Rembug stunting ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus stunting yang ada di desa Penantian serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran desa tahun 2027,” ungkap Camat Kelam Tengah Arliun,S.Sos.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, forum rembuk stunting menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi, menyusun prioritas program, serta menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran.Papar Camat.

Pada kesempatan tersebut, peserta musyawarah melakukan pembahasan terhadap data keluarga berisiko stunting, kondisi balita dan ibu hamil, serta berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. Berbagai usulan program dan kegiatan juga dihimpun sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintah desa tahun mendatang.
Ikut hadir dalam pembahasan tersebut tenaga kesehatan dari PKM Kelam Tengah, kader Posyandu, PKK, hingga tenaga pendidik menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di desa Penantian dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan program yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.(NS)