
KAUR – BERITABENGKULU.ID– Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang ke-80 Persatuan Guru Repoblik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kelam Tengah menggelar Upacara.
Upacara tersebut bertempat di halaman gedung SMPN 2 Kaur tepatnya di desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur.

Menurut pantauan media ini, Upacara di hadiri oleh Camat Kelam Tengah, Kapolsek Tanjung Kemuning, Danramil 408-02 Kaur Utara, PGRI se-Kecamatan Kelam Tengah serta siswa dan siswi tingkat SMP/SD.
Pada acara tersebut , Camat Kelam Tengah Salianuddin,SH bertindak sebagai Inspektur upacara HGN yang ke-80. Selasa (25/11/25).

Dalam momentum HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN), Camat Kelam Tengah Salianuddin,SH menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan. Guru bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga mendidik akhlak demi lahirnya generasi cerdas dan berkarakter.Kata Camat.
Menurut Camat, dunia pendidikan adalah ruang ketulusan dan cinta. Karena itu, ia mengajak para guru anggota PGRI di wilayah Kecamatan Kelam Tengah untuk terus menjadi teladan di sekolah.Uajar Camat.
“Jadikan dunia pendidikan dunia ketulusan. Ketelatenan penuh cinta akan menghasilkan generasi sehat, cerdas, dan terbaik untuk Kabupaten Kaur,” kata Camat yang sering di sapa Salian.
Ia menegaskan, tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan potensi anak agar menjadi manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dalam rangka HUT HGN/PGRI ke-80 Camat Salian kembali mengingatkan bahwa guru adalah pelita kehidupan.

“Tetaplah menjadi guru pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah pelita dan air yang mengalir membawa ilmu untuk anak bangsa,” ujar Salian.

Saya berbangga hati serta mengapresiasi terhadap kepala sekolah se-Kecamatan Kelam Tengah yang telah memberikan tugas untuk menjadi Inspektur Upacara, karena saya menjadi Camat sekarang ini betul-betul di lahirkan dari SMP 2 ini. Camat juga menekankan bahwa guru harus mendidik dengan penuh cinta, termasuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi siswa. Dengan banyaknya anak didik yang menghadapi tantangan di rumah, sekolah menjadi tempat yang memberi ketenangan.

“Kalau anak tidak nyaman di rumah, maka sekolah menjadi alternatif yang menghadirkan rasa sayang dan damai,” jelas Salianuddin.
Pesan-pesan moral ini ia sampaikan sebagai bagian dari refleksi HUT PGRI ke-80 dan HGN, sekaligus dorongan agar guru terus menjaga integritas dan menjadi teladan bagi siswa.
Menurutnya, bekerja dengan cinta akan menghadirkan keberkahan, sama halnya seperti guru yang dengan ikhlas membagikan ilmu kepada generasi bangsa.(ns)