
Oleh Lekat S. Amrin
KAUR – BERITA BENGKULU.ID– Telah dua kali memperpanjang Plt Ketua DPD Golkar Bengkulu sampai tahun 2025 ini. Prediksi banyak pihak mengatakan, sejak ditinggalkan Ketua Difinitif Golkar Bengkulu sebelumnya Rohidin Mersyah maka tampaknya belum ketemu figur pengganti yang tepat. Rohidin tersandung kasus walaupun bliau figur pemimpin yang sukses membawa kemenangan Golkar di daerah ini. Sebagai partai tua, Golkar memiliki kemampuan analisa dan strategi jauh ke depan dalam melihat prospek figur kepemimpinan Golkar Bengkulu ke depan.
Kasus Pilkada 2024 menyeret Rohidin ke proses hukum membuat DPP Golkar menunjuk Yahya Zaini sebagai Plt sampai bulan Agustus 2025, yang kemudian digantikan oleh Khairudin Gustam hingga hari ini. Sebagaimana DPD Golkar daerah lain telah hampir tuntas mengadakan Musda, tetapi DPD Golkar Provinsi Bengkulu hingga di penghujung bulan September ini belum mampu menggelar Musda tersebut.
Inilah yang membuat banyak pengamat, termasuk para kader senior Golkar daerah ini bertanya-tanya, kenapa belum juga menggelar Musda tersebut. Tentu banyak analisa yang muncul sebagai akibat dari agenda yang telah diundur berulang-ulang.
Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah mengatakan, secara prinsip kesiapan Musda telah dapat digelar, tetapi hal itu belum dapat dilakukan karena DPP Golkar belum ada kesepakatan waktu sehingga menjadi molor hingga saat ini.
Hal ini memunculkan spkekulasi banyak pihak terkait calon figur Ketua yang belum mengkerucut kepada figur yang tepat. Terutama seorang figur yang dianggap memenuhi kriteria yang dapat mengakomodir semua kepentingan di internal Golkar itu sendiri. Dalam hal ini DPP Golkar tentu mempunyai strategi politik jauh ke depan terkait semua agenda kepentingan, terutama agenda Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2029 dan agenda Pilkada.
Sebagai partai tua yang sudah mempunyai pengalaman politik pemerintahan yang panjang, maka Golkar selalu mengedepankan kepentingan organisasi secara keseluruhan. Maka oleh karena itu tidaklah dapat sesederhana menganalisa kemampuan figur pemimpin hanya dalam satu aspek formal organisasi, melainkan berbagai aspek politik yang diperkirakan dapat memastikan kebesaran partai ini ke depan. Bila dipandang belum menemukan kriteria yang dapat mengakomodir kepentingan itu maka bisa saja penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Bengkulu masih tetap diperpanjang dalam waktu yang tidk ditentukan.
Sejak awal telah banyak figur yang muncul dari kader Golkar di Provinsi Bengkulu yang siap maju. Sebut saja Samsu Amanah, yang kini sebagai Sekretaris DPD sekaligus anggota dewan provinsi Bengkulu, Sumardi, Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bengkulu. Hj. Derta Rohidin, anggota DPR RI mewakili Bengkulu juga disebut-sebut mempunyai kans dukungan yang merefresentasikan mantan Ketua Golkar, Rohidin Mersyah, yang dianggap sukses memenangkan Golkar di Pileg 2024, dimana DPRD provinsi Ketua-nya dari Golkar karena anggota fraksi terbanyak yaitu 10 kursi anggota dewan. Dari unsur pengurus DPP Golkar ada nama Samsurahman juga mencuat dalam perbincangan para kader partai berlambang pohon beringing ini.
Sedangkan dari unsur pimpinan Ketua DPD Golkar Kabupaten yaitu Gusril Pausi, Ketua DPD Golkar Kaur, yang kini menjabat sebagai Bupati Kaur dua priode. Nama ini disebut-sebut oleh banyak kader Golkar Bengkulu yang mempunyai kans kuat menduduki Ketua Golkar provinsi Bengkulu ke depan. Karena telah terbukti menjadikan kader Golkar Dua Priode berturut-turut sebagai Ketua DPRD Kaur dalam kepemimpinannya.
Pertemuan-pertemuan internal pengurus Golkar Provinsi dan para pimpinan DPD Kabupaten, akhir-akhir ini intensitasnya makin terlihat, sekali pun bersifat informal. Perbincangan terkait suksesi kepemimpinan Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu terus menguat dan dipandang penting, mungkin juga sudah saatnya ada keputusan politik para elit pimpinan Golkar daerah ini, untuk menemukan figur yang tepat itu.
Pesan dari para kader Golkar yang dihimpun penulis; bahwa para pimpinan yang memiliki kapasitas hak suara menentukan seorang pimpinan tertinggi, dalam hal ini Ketua jangan sampai keliru, apa lagi salah. Bila itu terjadi maka taruhannya partai ini bisa mengalami anjlok dan kalah di Pemilihan Legislatif tahun 2029 mendatang.(ns)