Bupati Kaur Gusril Pausi,S.Sos.M.AP Serahkan Bantuan Kaki Palsu Kepada Siswa SMPN I Kaur Yang Sudah Di Amputasi Sejak Kecil.

KAUR – BERITABENGKULU.ID– Bukti nyata Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur terhadap pendidikan inklusif dan kesejahteraan pelajar kembali diwujudkan melalui aksi nyata Bupati Kaur, Gusril Pausi. Pada Rabu (16/7), Bupati menyerahkan langsung bantuan kaki palsu kepada Dwi Ibra Al Ghazali, seorang siswa SMAN 1 Kaur di Kecamatan Kaur Selatan.

Penyerahan berlangsung di halaman sekolah SMAN 1 Kaur di Sekunyit dalam suasana hangat dan penuh semangat. Ratusan siswa turut hadir menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kaur tersebut. Kehadiran Bupati Gusril, yang dikenal akrab dengan kalangan muda, menjadi momen penuh makna bagi seluruh komunitas sekolah.

Bupati Gusril tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa kaki palsu, tetapi juga menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para pelajar. Ia menekankan pentingnya semangat juang dan pantang menyerah dalam meraih impian, terlepas dari kondisi apa pun.

“Jangan pernah minder dengan kondisi apa pun. Kita semua punya potensi besar untuk sukses. Teruslah belajar sungguh-sungguh agar kalian bisa bersaing, tidak hanya di daerah, tapi juga di tingkat nasional dan internasional,” ujar Gusril, disambut tepuk tangan meriah para siswa.

Suasana haru tercipta saat Dwi berdiri dengan percaya diri, menerima bantuan, dan mendapat pelukan hangat dari teman-temannya.

Kedekatan Bupati Gusril dengan pelajar bukan hal baru. Banyak siswa menyebut beliau sebagai sosok pemimpin yang ramah, inspiratif, dan tidak berjarak.

“Kami bangga punya Bupati seperti Pak Gusril. Beliau hadir langsung, tidak hanya membangun infrastruktur tapi juga peduli dengan kami, anak-anak muda,” ungkap Dwi

Program bantuan kaki palsu ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kaur dalam mendorong kesetaraan dan pelayanan sosial bagi pelajar dan warga berkebutuhan khusus. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah meluncurkan armada bus sekolah untuk mempermudah akses pendidikan di wilayah terpencil. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *