
BENGKULU – BERITA BENGKULU.ID Muncul tudingan pertemuan Bupati Kaur Gusril Pausi dengan Sales Marketing PT CMC Dian Putri Bungsu membahas proyek. Hal itu dibantah tegas oleh Frank orang terdekat Gusril dalam pernyataannya.
Koordinator Militan Gusril ini menyebut dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kepada Bupati. Bahwasanya pertemuan Bupati Gusril dengan Dian itu sudah biasa dan sering, tapi tidak pernah membahas proyek.
Sebab, Dian itu merupakan anak dari atasannya yaitu Arifin Daud saat Bupati Gusril bertugas di Pemerintah Kota Bengkulu sebagai ajudan. Bahkan Gusril sudah dekat dari usia Dian saat menginjak bangku SMP.
Ia juga bercerita, Gusril juga seringkali menjemput Dian saat pulang sekolah atas perintah atasannya. Jadi bagi Gusril, Dian ini bukanlah orang lain lagi, tapi sudah ia anggap keluarga. Untuk itu sulit untuk Bupati melarang Dian silaturahmi kerumah.
Kemudian juga, Gusril dengan Dian memang sering berkomunikasi bahkan sering main kerumah sebelum Gusril menjabat Bupati. Hal itu biasa sebagai penyambung silaturahmi antara mantan bawahan dan atasan dan Dian merupakan anak dari mantan atasannya.
Tetapi ia juga menjelaskan, Dian bertemu Gusril saat belum lama dilantik, itu sebagai silaturahmi dan ucapan selamat kepada Bupati. Jelas Bupati menyambut baik hal itu, apalagi Dian Putri Bungsu datang bersama orang tuanya Arifin Daud dan istri AKBP. Sandra.
Jangankan membahas proyek, saat itu Gusril sedang fokus menyambut tamu dan memperbaiki birokrasi agar pekerjaannya ke depan bisa terorganisir dengan baik.
“Jadi tudingan yang mengatakan Gusril dan Dian bahas proyek itu tidak benar. Malahan saat bertemu Dian Bupati Gusril belum tahu Dian bekerja di PT CMC, Gusril mengira Dian seorang advokat,” ungkapnya.
Apalagi tudingan soal Bupati bertemu eks Kadinkes Kaur Yasman bersama Dian Putri Bungsu membahas proyek, itu jauh sekali dari kata benar. Dijelaskannya bahwa proyek IPAL tersebut dilaksanakan tahun 2024.
“Pak Yasman pernah datang diawal kepemimpinan Gusril tapi hanya menyampaikan progres apa yang sedang dikerjakannya. Tidak lama itu Yasman non job dan pindah ke Pemprov Bengkulu,” terangnya.
Untuk itu, Frank meminta kepada media jangan menggiring opini liar. Cari dulu fakta sebenarnya dan jangan pula mengait-ngaitkan Bupati dengan fakta yang belum jelas.
“Saya lihat berita yang menyudutkan Gusril Pausi terlihat sangat tendensius. Banyak kalimat yang tidak utuh, dipotong-potong untuk mengarahkan opini agar masyarakat menilai buruk terhadap Gusril,” sampainya.
Ia menegaskan, meminta media yang bersangkutan tidak lagi menyebar opini liar tersebut. Dirinya terus memantau, jika masih ada dan tidak melalui verifikasi bahkan konfirmasi, maka pihaknya tidak segan-segan untuk memberi teguran baik itupun somasi.
“Saya minta kepada kawan-kawan, ayo kita dukung kepemimpinan dan pembangunan yang baik. Putra daerah yang baik akan bekerja keras untuk Bengkulu, janganlah kita menjatuhkan apalagi dengan belum teruji faktanya,” tutupnya.(NS)