
REJANG LEBONG, BENGKULU – Kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Lubuk Kembang, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, patut mendapatkan apresiasi. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Alfian, masyarakat menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pembangunan dan kondisi infrastruktur desa.
Hal tersebut terlihat dalam musyawarah yang digelar pada Jumat (6/11/2026) pukul 10.00 WIB di Kantor Desa Lubuk Kembang. Pemerintah desa bersama masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat sepakat membangun kebersamaan melalui kegiatan gotong royong serta swadaya untuk memperbaiki jalan desa yang kondisinya mulai mengelupas dan membutuhkan penanganan.
Adapun jalan yang menjadi perhatian masyarakat tersebut merupakan akses penting dengan panjang kurang lebih 400 meter. Jalan ini berada di kawasan permukiman warga, menjadi jalur yang rutin dilalui masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus merupakan akses menuju areal perkebunan milik masyarakat Desa Lubuk Kembang.
Kondisi jalan yang sudah tidak layak tersebut tentu menjadi perhatian bersama, mengingat akses tersebut memiliki peranan penting dalam menunjang mobilitas warga maupun aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya para petani.
Menariknya, keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat masyarakat. Justru melalui musyawarah dan kesepakatan bersama, warga menunjukkan inisiatif untuk bergotong royong dan mengumpulkan swadaya demi memperbaiki jalan yang selama ini mereka gunakan.
Sosok Kepala Desa Alfian pun mendapat apresiasi atas upayanya membangun komunikasi, mengajak masyarakat bermusyawarah, serta menjaga kekompakan warga dalam menghadapi persoalan pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Alfian menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki kepedulian besar terhadap kondisi infrastruktur desa.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang secara sukarela bersedia menyumbangkan tenaga maupun swadaya untuk kepentingan bersama.
Menurut Alfian, perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan kemampuan dan hasil kesepakatan swadaya masyarakat.
“Insyaallah, sesuai dengan kemampuan dan swadaya masyarakat, jalan sepanjang kurang lebih 400 meter ini akan kita kerjakan secara bertahap. Yang terpenting adalah persatuan dan kekompakan kita. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki kepedulian dan semangat gotong royong untuk membangun desa kita bersama,” ungkap Alfian.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah daerah maupun Dana Desa menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. Karena itu, diperlukan kesabaran, perencanaan, dan partisipasi masyarakat agar pembangunan dapat berjalan secara bertahap.
Musyawarah tersebut turut dihadiri Kepala Desa dan perangkat desa, Ketua BPD, Ketua Adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lubuk Kembang.
KEKOMPAKAN WARGA JADI KEKUATAN DESA
Apa yang ditunjukkan masyarakat Lubuk Kembang patut menjadi contoh positif. Ketika pemerintah desa dan masyarakat mampu berjalan seiring, semangat membangun desa akan semakin kuat.
Apresiasi layak diberikan kepada Kepala Desa Alfian yang terus mendorong kebersamaan, sekaligus kepada seluruh masyarakat yang dengan penuh kesadaran bersedia berpartisipasi demi kepentingan bersama.
Harapannya, kegiatan swadaya dan gotong royong tersebut dapat berjalan lancar serta menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong agar perbaikan infrastruktur jalan desa juga dapat diprioritaskan melalui program pembangunan daerah.
Lubuk Kembang membuktikan bahwa pembangunan bukan semata-mata soal besarnya anggaran. Dengan pemimpin yang peduli, masyarakat yang kompak, serta persatuan dan semangat gotong royong, keterbatasan dapat dihadapi bersama. Inilah potret kebersamaan yang patut diacungi jempol!