
NASAL KAUR – BERITA BENGKULU.I Program Revitalisasi Satuan Pendidikan digulirkan secara masif dan merata, tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga kabupaten dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Salah satunya SMP 22 Kaur di Kecamatan Nasal di mana upaya pemerataan layanan pendidikan diperkuat melalui dana revitalisasi tahun 2026. untuk memastikan setiap anak memperoleh ruang belajar yang layak, aman, dan bermutu.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMP 22 Kaur Syaiful Bahri,S.Pd menegaskan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan anak-anak kita. Kata Syaiful, saat di wawancarai awak media , Kamis (10/09/2026)

Ia menjelaskan jika sekolah yang aman dan nyaman menjadi prasyarat penting bagi terciptanya pembelajaran yang efektif dan bermakna. “Kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang bebas dari kekerasan dan perundungan, serta berada di ruang yang bersih, sehat, dan layak.
Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 6 Tahun 2026 sebagai dasar untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Kebetulan di SMP 22 Kaur telah menerima bantuan Rehabilitasi gedung Perpustakaan dan gedung ruang belajar.Pembangunan dua unit gedung tersebut sudah mencapai 80 persen sehingga nantinya gedung tersebut akan di manfaatkan dan pelihara dengan baik, kata Syaiful.Apresiasi kepada Pemerintah daerah kabupaten Kaur atas dukungan revitalisasi satuan pendidikan di SMP 22 Kaur.
Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah melalui dinas Diknas Kaur menjadi dorongan besar dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Ujar Syaiful.
Ia menuturkan bahwa kehadiran ruang kelas baru memberikan dampak positif bagi suasana belajar para siswa. Para murid merasa lebih bangga, senang, dan nyaman berada di ruang kelas yang telah direvitalisasi, sehingga mendorong semangat dan motivasi belajar mereka. “Setelah mendapatkan revitalisasi ini, murid-murid kami merasa bangga, merasa senang, nyaman menempati ruang kelas baru.
Harapannya dengan ruang kelas baru ini, anak-anak menjadi lebih bersemangat, lebih bermotivasi untuk belajar meraih prestasi dan menambah kepribadian baik,” katanya.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan digulirkan secara masif dan merata, tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga kabupaten dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Salah satunya SMP 22 Kaur di Kecamatan Nasal di mana upaya pemerataan layanan pendidikan diperkuat melalui dana revitalisasi tahun 2026. untuk memastikan setiap anak memperoleh ruang belajar yang layak, aman, dan bermutu.Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMP 22 Kaur Syaiful,S.Pd menegaskan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan anak-anak kita. Kata Syaiful, saat di wawancarai awak media , Kamis (10/09/2026)
Ia menjelaskan jika sekolah yang aman dan nyaman menjadi prasyarat penting bagi terciptanya pembelajaran yang efektif dan bermakna. “Kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang bebas dari kekerasan dan perundungan, serta berada di ruang yang bersih, sehat, dan layak.
Karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 6 Tahun 2026 sebagai dasar untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Kebetulan di SMP 22 Kaur telah menerima bantuan Rehabilitasi gedung Perpustakaan dan gedung ruang belajar.Pembangunan dua unit gedung tersebut sudah mencapai 80 persen sehingga nantinya gedung tersebut akan dimanfaatkan serta di pelihara dengan baik, kata Syaiful.(NS)