Wanita Hamil Ditemukan Tewas Dalam Rumah, Leher Nyaris Putus

Lebong | Beritabengkulu.id_ Sebuah rumah sederhana di Desa Air Kopras Palapan, mendadak menjadi pusat perhatian warga. Kamis pagi (5/2/2026), aroma anyir darah yang menyengat dari dalam rumah itu mengantar warga pada temuan mengejutkan: sesosok mayat perempuan dalam kondisi telanjang, terbaring di kamar yang terkunci dalam kondisi leher nyaris putus.

Seorang perempuan muda bernama Aulia Zarike, 18, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri. Korban berasal dari Desa Air Kopras Palapan, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, Kamis, 5/2/2026.

Pihak Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait motif kematian wanita muda tersebut. Menurut penuturan Suami Korban, Oga Yomananda, 24, asal Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, mengatakan,” saat ditemukan warga sekitar, saya sedang tidak berada ditempat  sejak dua minggu lalu, dan sebelum pergi dari dua minggu lalu saya sudah memberikan uang belanja,”ujarnya.

Penemuan bermula dari kecurigaan seorang kerabat pemilik rumah, yang hendak menjemur pakaian di depan rumah keponakannya. Ia mencium bau tidak sedap anyir darah yang berasal dari dalam rumah yang tampak sepi sejak beberapa hari terakhir.

Setelah mengajak tetangga untuk memeriksa, pintu kamar dibuka secara paksa. Di situlah jasad perempuan itu ditemukan, dalam kondisi mengenaskan di atas lantai kamar.

Polisi yang datang segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah dievakuasi ke RSUD daerah setempat  untuk keperluan identifikasi dan autopsi.

“Untuk sementara, kami belum bisa menyimpulkan motif kematian. Warga sekitar pun tidak ada yang tau,” kata salah seorang dari Kepolisian.

Polisi kini fokus melakukan penyelidikan, sebab musabab meninggalnya Korban. “Kami akan mencari penyebab kematian almarhum, termasuk kronologinya,” tegasnya.

Aparat  juga memastikan pihaknya akan melakukan visum dan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.

“Kami melakukan identifikasi dan autopsi, untuk mengetahui kronologi dan penyebab kematian korban,” tambahnya.[April Wilson]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *