
KAUR – BERITA BENGKULU.ID Sebagai upaya mencegah dan mengurangi kasus kecacingan pada anak-anak terutama pada usia 1-12 Tahun, Pemerintah Kabupaten Kaur melalu Dinas Kesehatan melaksnakan Pemberian Obat Penyakit Massal (POPM) Kecacingan di SDN 79 Kaur, Senin (13/10/2025)
Kegiatan yang juga dilaksanakan serentak oleh Puskesmas seKabupaten Kaur tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP bersama Wakil Bupati Abdul Hamid, S.PdI didampingi Sekda, Para Asisten, Staf Ahli dan beberapa Kepala OPD

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kaur menyerahkan secara simbolis obat cacing kepada siswa dan menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan diri serta pola hidup sehat.
“Pencegahan kecacingan ini sangat penting bagi kesehatan anak-anak kita baik dan tumbuh dengan optimal. Karena itu, saya mengajak para guru dan orang tua untuk terus mendukung kegiatan seperti ini,” Kata Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa program POPM yang dilaksanakan perdana di SDN 79 kaur ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama di kalangan anak usia sekolah.
“Kasus kecacingan pada balita yang terjadi beberapa waktu lalu di Provinsi Bengkulu harus dijadikan perhatian, jangan sampai terjadi di kabupaten Kaur, sehingga POPM yang kita laksanakan ini adalah sebagai upaya pencegahan” Ungkap Bupati

Bupati juga menyampaikan pesan kepada para murid dan dewan guru, selain menkonsumsi obat, kecacingan juga dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti memotong kuku secara teratur, cuci tangan menggunakan sabun, Selalu memakai alas kaki, Menjaga kebersihan makanan
Sementara itu, Plh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sipta Miarif, SE dalam laporannya mengatakan Kegiatan POPM Kecacingan ini menargetkan seluruh anak usia 1–12 tahun di Kabupaten Kaur, bekerja sama dengan pihak sekolah, Puskesmas, dan kader kesehatan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan obat pencegahan kecacingan
“selain pemberian obat, petugas kesehatan memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, serta mengonsumsi makanan bergizi” Ujar Sipta.
Sipta juga menegaskan kegiatan ini selain untuk mencegah terjadinya kasus kecacingan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dan sempat meminta perhatian publik juga sebagai bagian dari upaya nasional untuk menurunkan angka kejadian kecacingan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan anak di Indonesia khususnya anak-anak di Kabupaten Kaur.(ns)