
KAUR – BERITA BENGKULU.ID- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di provinsi Bengkulu sangat berdampak di berbagai sektor. Baik itu pertanian,nelayan, perkebunan ataupun pabrik, khususnya di kabupaten Kaur sudah hampir satu minggu ini suplai BBM di SPBU mengalami penurunan pengiriman dari Pertamina Bengkulu, hal ini juga sangat berpengaruh untuk masyarakat. Selasa (27/05/2025)
“Menjerit” itu bayangan yang di gambarkan untuk masyarakat akibat kelangkaan BBM, mengapa demikian sektor ekonomi lumpuh akibat kelangkaan BBM, hal ini juga mengakibatkan harga BBM di eceran melambung tinggi hingga 20 Rubu di eceran, tentu hal ini sangat mempengaruhi sektor ekonomi sangat tinggi.
Menanggapi hal ini Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Kaur IPDA Agus Priyanto, SH langsung menerjun kan anggota untuk memastikan kebenaran info yang beredar di masyarakat. Dari hasil pantauan ” ya benar kita sudah terjun ke lapangan kami menemukan harga eceran BBM di pengecer berkisar harga 15 Ribu sampai harga 20ribu/liter, harga ini sangat tinggi dan melebihi harga HET, hal ini di akibatkan suplai dari SPBU menurun, sehingga para pengecer mendapatkan harga tinggi juga.” Terang IPDA Agus Priyanto, SH
Lanjutnya kami juga sudah memberikan himbauan kepada pedagang minyak eceran untuk tidak menjual BBM melebihi HET, karna itu sudah melanggar aturan dan bisa di pidana, kami sekali lagi menekankan kalau terus menjual melebihi HET akan kami tindak tegas. Sampai IPDA Agus Priyanto, SH (ns).