
PADANG GUCI HILIR – BERITA BENGKULU.I – Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., mengunjungi kediaman keluarga almarhum Ananda Sutama (9), murid SDN 84 Kaur yang meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Air Padang Guci, Jumat (16/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur kepada keluarga korban.Bupati bersama rombongan mendatangi kediaman Suharman (40), orang tua almarhum, di Desa Talang Jawi I, Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir), sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kaur terhadap keluarga yang tengah berduka.Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir secara langsung pada hari ketiga kepergian almarhum. Ia menjelaskan, sejumlah kesibukan dan agenda penting menjadi kendala sehingga belum dapat mengunjungi keluarga korban lebih awal.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur dan pribadi, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Ananda Sutama. Kami memohon maaf karena baru bisa hadir dan bertemu langsung dengan keluarga pada hari ini. Bukan berarti kami tidak peduli, tetapi ada beberapa kesibukan dan agenda yang harus diselesaikan” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa kehilangan seorang anak merupakan cobaan berat bagi keluarga. Karena itu, ia mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk tetap sabar, tabah, dan ikhlas menerima musibah tersebut.“Kita semua mendoakan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di surga-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini” tuturnya.
Selain memberikan dukungan moril, Bupati menyerahkan santunan dari BAZNAS Kabupaten Kaur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang sedang berduka.Sementara itu, Kepala Desa Talang Jawi I, Diusman, mewakili keluarga yang tertimpa musibah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kaur beserta jajaran yang telah hadir secara langsung di tengah keluarga.Ia mengapresiasi perhatian dan kepedulian pemerintah daerah yang tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan dukungan moril serta bantuan kepada keluarga korban.
Kehadiran tersebut diharapkan dapat menguatkan keluarga dalam menghadapi kehilangan yang mendalam.Untuk diketahui, peristiwa tragis yang merenggut nyawa Ananda Sutama terjadi saat korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Air Padang Guci, Desa Air Kering 2, Kecamatan Padang Guci Hilir. Korban hanyut terbawa arus sungai hingga akhirnya meninggal dunia. Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.Demikian kata Kades. (NS)