
BENGKULU UTARA – BERITA BENGKULU.ID Bukti chat terbongkar, Bukannya memberikan hak jawab yang profesional sebagai pejabat publik, Kepala UPTD Puskesmas Air Lais Nurul Azizah justru menjawab konfirmasi wartawan dengan balik tanya, curhat baper, dan kiriman gambar Surat Al-Falaq.Puskesmas Air Lais terletak di Desa Padang Jaya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.
Seperti terlihat dalam percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, wartawan Berita Regional.Com Nadit Hasan sudah menghubungi secara sopan dan sesuai etika jurnalistik:”Ibu kapus.
Izin perkenalkan saya Nadit Hasan dari Media Berita Regional.Com. Ingin konfirmasi masalah pungutan blm tau kejelasannya, mohon penjelasan dari ibu kapus,”Namun jawaban yang ditunggu berjam-jam, justru tidak masuk akal dan tidak nyambung dengan pertanyaan.
Hak Jawab Berubah Jadi Balik Tanya dan DoaPada pukul 18.38 WIB, Nurul Azizah membalas:”Mas, sampeyan ada masalah apa dg saya””Kok jahat banget”Dilanjutkan dengan mengirimkan gambar hasil comotan dari Google berupa Surat Al-Falaq lengkap dengan watermark @Coretantembok pada pukul 18.39 WIB, lalu ditutup dengan kalimat:”Semoga fitnahmu semakin menaikkan derajatku”Padahal pertanyaan redaksi sangat jelas dan menyangkut kepentingan publik:
1. Dugaan pungutan wajib di setiap PUSTU Rp 50 ribu per bulan tanpa dasar.
2. Puskesmas Air Lais kosong tanpa pelayanan pasien pada 6 Oktober 2026.
3. Pengakuan staf yang mengarahkan pasien berobat ke klinik pribadi milik Kapus.
4. Legalitas asisten di klinik pribadi Kapus apakah memiliki SIPB/SIP aktif.Satu pun tidak dijawab.
Hak jawab yang seharusnya menjadi kewajiban pejabat publik sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, berubah menjadi ajang curhat pribadi dan mendoakan wartawan.Sikap Kapus Air Lais ini sangat disayangkan dan menjadi cermin bobroknya kepemimpinan di Puskesmas tersebut.
Sebagai pejabat yang digaji dari uang negara dan APBD, seharusnya ia memberikan penjelasan yang transparan, bukan baper dan menganggap konfirmasi wartawan sebagai kejahatan dan fitnah.
Jika setiap pejabat yang dikonfirmasi soal dugaan pungli dan pelayanan buruk menjawab dengan “Kok jahat banget” dan kiriman gambar Al-Falaq, bagaimana nasib pelayanan kesehatan masyarakat Padang Jaya?
Pejabat yang alergi konfirmasi dan tidak paham esensi hak jawab, patut dipertanyakan kelayakannya memimpin fasilitas kesehatan milik negara.Hingga berita ini ditayangkan, hak jawab yang substansial dan masuk akal dari Kepala Puskesmas Air Lais belum diterima redaksi.(NS)
Sumber : Media Regional.com