Usai Bagikan BLTDD 2026, Pemdes Bersama Warga Ujung Tanjung II  Gelar Prapelaksanaan Titik Nol Normalisasi SPAL 500 Meter Demi Cegah Genangan

Beritabengkulu.id | Lebong- Pemerintah Desa (Pemdes) Ujung Tanjung II, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong, secara resmi menyalurkan program Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) Anggaran Tahun 2026. Penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari APBN tersebut dipusatkan langsung di Aula Balai Desa setempat pada Senin, (18/05/2026) dengan menerapkan prinsip akuntabilitas dan keadilan bagi seluruh warga yang berhak.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Pemdes Ujung Tanjung II dalam merealisasikan program jaring pengaman sosial (social safety net). Program ini dirancang khusus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat, khususnya bagi penduduk yang masuk ke dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Guna memastikan asas keadilan sosial serta ketepatan sasaran, Pemdes Ujung Tanjung II menerapkan mekanisme keterwakilan yang ketat. Alokasi bantuan didistribusikan secara merata dengan skema satu orang penerima manfaat sebagai perwakilan untuk setiap Dusun di Wilayah Desa Ujung Tanjung II.

Pj Kepala Desa Ujung Tanjung II, menegaskan bahwa penentuan status KPM ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan telah melalui rangkaian proses verifikasi faktual lapangan serta Musyawarah Desa (Musdes) yang matang. Validasi berlapis ini esensial guna mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) alokasi bantuan sosial dari pintu anggaran pemerintah lainnya.

“Penyaluran hari ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kami menerapkan sistem satu penerima per Dusun berdasarkan hasil survei objektif dan rekomendasi bagi warga yang betul-betul berada di bawah garis kemiskinan. Langkah ini kami ambil agar asas pemerataan dan keadilan di tengah masyarakat benar-benar terwujud. Kami sangat berharap dana tunai yang diterima dapat dipergunakan secara bijak, utamanya untuk menopang kebutuhan pokok keluarga sehari-hari,” ujar Pj Kades saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Mekanisme pembagian bantuan telah berlangsung secara kondusif sejak pagi hari. Guna menerapkan tata kelola administrasi yang akuntabel, setiap KPM diwajibkan membawa dokumen otentik berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) asli. Dokumen ini dipergunakan oleh petugas sebagai basis verifikasi faktual langsung di meja pelayanan.

Agenda ini turut dikawal dan dipantau langsung oleh jajaran aparatur perwakilan Lebong Sakti  , Fahrizal, SE, selaku Camat Lebong Sakti. Dari internal pemerintahan desa, Kepala Desa, Milyanti, SE, hadir pula Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra), Kepala Urusan Pemerintahan Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Reza Resita, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas,Awak Media serta unsur lembaga kemasyarakatan desa guna memastikan seluruh proses berjalan aman, transparan, dan kondusif.

Usai laksanakan pembagian BLTDD Tahun 2026, dipimpin langsung Pj Kades, Ujung Tanjung II, Milyanita, Pemdes Gelar Prapelaksanaan Titik Nol Pengurasan SPAL

Untuk maksimalkan fungsi saluran pembuangan air limbah (SPAL) di Desa Ujung Tanjung II, Pemdes Bersama  warga kembali lakukan normalisasi sepanjang 500 meter saluran air limbah, Senin, (18/5/2026).

Warga pun terlihat semangat bekerjasama sama, saling bahu membahu bekerjasama, meskipun harus masuk saluran pembuangan air yang penuh dengan lumpur, kemudian mengangkat lumpur tersebut dan memasukan ke dalam gerobak, selanjutnya di angkut dan buang ketempat yang sudah disediakan sebagai tempat pembuangan lumpur dari SPAL.

Pj Kepala Desa, Ujung Tanjung II, Milyanita, S.Pd,menyatakan, bahwa normalisasi SPAL sepanjang 500 meter merupakan program berkesinambungan setelah warga bersama Pemdes melakukan musyawarah.

Kegiatan padat karya yang melibatkan puluhan masyarakat Ujung Tanjung II ini bukan semata sebagai langkah untuk membersihkan saluran pembuangan air dari endapan sedimentasi tanah bercampur sampah yang sudah tahunan mengendap di dalam saluran, akan tetapi langkah ini juga sebagai upaya peremajaan SPAL agar dapat berfungsi memperlancar aliran air saat musim penghujan.

Dikatakan Kades Milyanita, kegiatan ini juga sebagai upaya memberikan edukasi kepada warga pentingnya menjaga kebersihan SPAL terutama yang berada di lingkungan pemukiman warga.

Sehingga muncul rasa kesadaran warga dan tergerak untuk membersihkan dan menguras saluran pembuangan di lingkungan mereka masing-masing.

“Kalau bukan kita yang bergerak siapa lagi yang menjaga kenyamanan lingkungan, alhamdulillah warga sudah mulai ada rasa memiliki desa dan rasa ingin menjaga kebersihan terutama menjaga saluran pembuangan air agar tidak terjadi pendangkalan,” jelas Milyanita.

Sementara itu, warga Ujung Tanjung II, [JN-inisial] mengatakan, sangat mendukung langkah kegiatan Pemdes bersama warga yang semakin kompak membangun desa agar lebih baik lagi.

Terutama menyangkut kondisi permasalahan lingkungan, karena untuk mengatasi permasalahan itu, khususnya saluran pembuangan air dibutuhkan kerjasama agar Desa Ujung Tanjung II terbebas dari genangan air disaat curah hujan tinggi.

“Semoga dengan kerjasama yang terbangun ini saluran air bisa berfungsi normal, kita juga berharap kegiatan ini bisa secara rutin diadakan setiap tahunnya untuk pemeliharaan SPAL utama, sedangkan untuk saluran pembuangan air yang kecil di pemukiman warga bisa dilakukan oleh warga sendiri, bisa diagendakan rutin di tingkat Dusun,” ujarnya.

Penulis : April Wilson [Adv]
Editor : Beritabengkulu.id
Copyright@beritabengkulu.id2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *